oleh

Gunakan Rotator Tidak Sesuai Aturan Pengendara Diberi Tindakan Oleh Personil Sat Lantas Polres Bantaeng

Bantaeng, Dalam Rangka Mendukung Program Quick Wins Polri Giat 6 Periode B-09 Tahun 2020 Polisi sebagai Penggerak  Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik Sat lantas Polres Bantaeng gencar melaksanakan penertipan dan penindakan Kepada pengemudi kendaraan bermotor yang mengunakan ataupun memakai Rotari yang tidak sesuai dengan peruntukannya .

 

Pengguna jalan semakin prihatin dengan banyaknya pengguna mobil pribadi yang menggunakan aksesori ini dan bertindak seenaknya di jalan raya.

 

Banyak yang beranggapan, sudah saatnya penggunaan aksesori rotator, sirene, dan strobo untuk kepentingan pribadi ditindak tegas. Sebagian dari pengendara memanfaatkan aksesori tersebut untuk bertindak sewenang-wenang terhadap pengendara lain.

 

Padahal, sesuai peraturan yang berlaku penggunaan rotator dan sirene diberikan pada kelompok tertentu dengan tujuan yang sudah diatur dalam undang-undang.

 

Misalnya, petugas kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans yang diberikan diskresi untuk menjalankan tugas-tugasnya.

 

Ada juga penggunaan hak-hak khusus untuk tamu-tamu negara dimana penggunaannya demi citra negara yang baik menyambut tamunya. Selain itu juga kelompok VVIP dan orang tertentu yang dianggap penting, mendapatkan perhatian khusus untuk pengawalan.

 

Menurut Kasat Lantas Polres Bantaeng AKP Badruz Saman , petugas kepolisian yang melakukan razia lampu isyarat akan menindak tegas pengguna kendaraan yang menggunakan asesoris tersebut. SIM dan STNK siap ditahan untuk dijadikan bukti tilang.

 

Selain itu, petugas juga memberhentikan kendaraan yang memasang beragam model rotator, tidak hanya yang kasat mata dipasang di atas atap saja. Model rotator di dalam kendaraan, dibagian depan juga menjadi sasaran razia ini.

 

lampu rotator hanya diperbolehkan bagi kendaraan dinas tertentu. Aturan mengenai lampu rotator sudah tertuang dalam Pasal 59 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut dia, jika ada kendaraan pribadi menggunakan lampu rotator bisa dikenakan sanksi.

 

Kendaraan bermotor yang dipasang lampu rotator atau sirene tanpa hak melanggar pasal 287 ayat (4) jo pasal 59 dan pasal 106 ayat 4 huruf f atau pasal 134 dengan ancaman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

 

Adapun ketentuan pengguna lampu isyarat dan sirine tertuang dalam Pasal 59 ayat (5) Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah sebagai berikut:

 

  1. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara RI.
  2. .Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan : kendaraan bermotor tahanan, Pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulance, palang merah, rescue dan Jenazah
  3.  Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli Jalan Tol, pengawas sarana prasarana lalu lintas dan angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan dan angkutan barang khusus.

 

Untuk dari itu maka mulai saat ini marilah kita budayakan tertib berlalu lintas dan bagi penguna kendaraan bermotor yang memakai Rotari ataupun Rotator agar segera melepas rotari tersebut karena dapat menggangu penguna jalan yang lain “ Pungkas Kasat Lantas Polres Bantaeng.

 

 

 

Laporan : Sufri

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :