oleh

Lisensi Pabrikan Beton U-Ditch PT TSM di Pertanyakan

GOWA, Infoterkini.com – Berdasarkan pengaduan masyarakat, Kamis [15/08/2019] sore, bahwa pekerjaan preservasi jalan yang menggunakan beton U-Ditch di depan Terminal Cempaka Bungayya, Pallangga, dianggap tidak sesuai aturan.

Menurut warga tersebut jika U-Ditch [tipe bahan] jalan di sana tidak sesuai standar mutu pabrik, sehingga mengakibatkan banyaknya bahan yang rusak dan patah.

Pekerjaan jalan tersebut dikelola oleh PT Tiga Bintang Griyasarana, dan konsultan supervisi oleh PT Jasa Mitra Manunggal dan PT Bintang Inti Rekatama, dibawa Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] dengan nilai 16,5 miliar lebih tahun anggaran 2019 dimulai sejak 22 Januari 2019 atau waktu pekerjaan 334 hari kelender.

Sekedar diketahui jika reservasi rekontrusi jalan 1,30 kilo meter, preservasi pelebaran jalan 113,3 meter, preservasi jembatan 37,6 meter, preservasi ruti pelebaran jembatan 1350,9 meter, dan preservasi rekontrik 1,3 kilo meter

Kata Taufan ada indikasi, terjadinya permainan spesifikasi pada pekerjaan tersebut “setahu saya kalau hanya dua pabrikan yang dipakai secara nasional. Kalau yang ini kayaknya pabrikan baru tapi belum jelas lisensinya. Artinya, mutu material tersebut tidak standar, boleh jadi tidak pakai besi. Bahkan jalan itu dikerja sekedar asal asalan karena cetakan saluran airnya bukan dari pipa semua, tapi ada kami temukan dari batang pisang”, ungkapnya di Warkop Istana Mappala, Gowa, Jl. Sultan Hasanuddin.

Dia menilai, Pemerintah kurang memperhatikan dan mengawasi kontraktor di lapangan sehingga terjadi kelalaian yang akan berdampak pada asas manfaat proyek tersebut.

“Seharusnya ada pengawasan intensif dari Pemerintah. Jangan sampai hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat. Karena ini dana sebesar, kalau dikerjakan hanya asal-asalan bisa berdampak pada asas manfaat yang merugikan masayarakat. Proyek reservasi jalan meliputi pengerasan bahu, Drainase dan Pemeliharan jembatan. Untuk pekerjaan drainase tersebut  menggunakan U-Ditch atau beton pracetak,” tukasnya. ( Sumber : Syafriadi Djaenaf Dg Mangka )

Editor : Andi Aswin Maramat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :