oleh

Mantan PLT Kades Gala Mubar Akui Korupsi Dana Desa, Ipar Camat Tikep Di Polisikan

MUBAR – Seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas sebagai Staf dikantor kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat Sultra,  dilaporkan oleh Penggiat LSM Perak ke Mapolda Sultra.

Pasalnya, Oknum PNS yang diketahui Berinisial SH Tersebut diduga Melakukan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) TA 2019.

SH yang diketahui merupakan Warga Pulau Gala, Desa Gala, Kec.Maginti, Kab.Muna Barat ini, Pernah Menjabat Sebagai Pelaksana Tugas Kepala Desa Gala Pada Tahun 2019 Lalu, saat menjabat itulah, SH Diduga Melakukan  Dugaan Tindak Pidana Korupsi senilai 141 Juta.

” Saat dirinya menjabat sebagai PLT Kades Gala Pada Tahun 2019 Lalu, Ia diduga melakukan korupsi dana desa sebesar 141 Juta.” Ungkap Koordinator Monitoring dan Investigasi LSM Perak, Hendra Jaya SH, Sabtu (5/12/2020) sore.

Hendra Jaya Menambahkan, berdasarkan Temuannya dilapangan, Dari Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), SH diduga melakukan Korupsi senilai 15 Juta Rupiah.

” Belanja Tunjangan BPD, Pengadaan Profil Desa dan belanja Pelatihan Kader Teknis, SH diduga menyalahgunakan Anggaran sebesar 15 Juta Rupiah,” Tambahnya.

Lanjut Hendra Jaya, Sedangkan Dari Anggaran Dana Desa (DD), SH diduga Melakukan Korupsi Senilai 126 Juta Rupiah.

” Efisiensi Pembuatan Rompong, Efisiensi belanja barang Jaring dan Efisiensi Penyertaan Modal BUMDes, SH diduga menyalahgunakan Anggaran Sebesar 126 Juta Rupiah,” Lanjutnya.

“Besok, Kami akan Melaporkan Kasus Ini Kemapolda Sultra untuk ditindak Lanjuti,” Tegas Hendra Jaya.

Sementara, Berdasarkan infromasi yang di Himpun Oleh Wartawan, Apa yang disorot LSM Perak diduga benar Adanya, Bahkan Salah satu Staf di Kantor Kecamatan Maginti Yang enggan disebutkan Namanya membeberkan bahwa,  SH Telah mengakui perbuatannya telah melakukan percobaan Korupsi sebesar 141 Juta Rupiah dan bersedia untuk mengembalikannya.

” Ada surat pernyataan dia (SH_red) telah dibuat pada 10 Maret 2020 Lalu, sebagai bentuk pertanggung jawaban untuk mengembalikan dana tersebut ke rekening Desa selambat-lambatnya 12 maret 2020, Dan itu diketahui oleh Pak camat saat itu, namun Hingga saat ini dana tersebut diduga belum dikembalikan,” Ungkap Sumber Yang enggan disebutkan Namanya, Sabtu (5/12/2020) malam.

Sementara ditempat terpisah, Kepala Desa Gala, Sirajuddin, Saat di konfirmasi wartawan melalui sambungan sellulernya, Minggu (6/12/2020) siang membenarkan perihal tersebut. Namun menurutnya, SH sudah mengembalikan sebesar 50 Juta Rupiah.

” Benar pak, Memang Beliau (SH_Red) telah melakukan dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Sebesar 139.572.000, namun ia Telah Mengembalikan Dana Tersebut sebesar 50 Juta Rupiah, Sisanya ia Berjanji paling Lambat Hari Selasa 28/4/2020 Lalu, Namun hingga saat ini belum juga di kembalikan,” Ungkap Kades Gala, Sirajuddin, Minggu (6/12/2020) siang.

Sementara SH, saat dimintai keterangan Oleh wartawan mengatakan, ia mengakui telah lalai mengelolah dana desa saat dirinya menjabat sebagai PLT kades Gala pada Tahun 2019 Lalu. Namun Pihaknya akan bertanggung jawab mengembalikan dana tersebut.

” Kami akan bertanggung jawab dalam hal ini, dan perlu diketahui, kami telah mengembalikan dana ke kas desa sebesar 50 Juta, Sisanya sebesar 89 Juta belum dikembalikan karena kami juga memiliki hak yang belum diselesaikan oleh kepala desa saat ini,” Ungkap SH, melalui sambungan sellulernya, Minggu (6/12/2020) sore.

Dari Hasil Penelusuran Awak Media, SH merupakan Adik Ipar Kepala Kecamatan Tiworo Kepulauan ( Tikep), Al Rahman.

Saat wartawan Mencoba Mengklarifikasi Camat Tiket Melalui Via WhatsAppnya, Camat Tikep Al Rahman membenarkan bahwa SH adalah Iparnya.

” Iya Benar, Adik Ipar Saya,” Singkatnya

LAPORAN : SUFRI

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :